Senin, 26 Februari 2018

Gonzalo Higuain: Dibutuhkan atau Tidak di Russia?

Semenjak kesalahannya melakukan penalty melawan Chile di final Piala Amerika Selatan 2016 lalu, diawali dengan peluang emas yang dibuangnya di final Piala Dunia tahun 2014 karena offside, banyak orang beranggapan bahwa Argentina tidak butuh Higuain. Publik nyatanya lebih mengharapkan Messi atau pemain lain mengisi slot Higuain sebagai penyerang tengah Argentina. Hal ini menimbulkan pertanyaan: Benarkah Tim Nasional Argentina tidak butuh Higuain di lini depan mereka?

Mari kita awali perbincangan ini, dengan data siapa saja penyerang tengah asal Argentina yang pantas masuk tim nasional. Saya mengerucutkan banyak nama menjadi hanya 5 nama potensial. Di antaranya ada Gonzalo Higuain, striker yang bermain untuk Juventus, kompatriotnya di Juventus, Paulo Dybala, Lionel Messi, striker yang bermain untuk Barcelona, Sergio Aguero, penyerang tengah yang bermain untuk Manchester City, serta yang terakhir, kapten Inter Milan, Mauro Icardi.

Bisa saja mereka semua yang saya sebutkan di atas masuk timnas Argentina yang dibawa ke Russia tahun ini. Namun, mari kita membahas kepantasan mereka semua, khususnya Higuain.

Mari kita mulai dari Sergio Aguero. Sampai tulisan ini dibuat, pemain yang pernah membela Atletico Madrid ini sudah menyarangkan 30 gol, dan membuat 6 assist di semua ajang kompetisi yang ia ikuti. Sepertinya, satu slot di lini depan Argentina sudah dibukukan atas namanya. Aguero juga masih bisa bermain di Liga Champion dan Liga Premiere, yang mana golnya masih bisa bertambah seiring waktu.

Nama yang kedua adalah Lionel Messi. Sama seperti Aguero, Messi sudah membukukan 30 gol, serta 16 assist di semua ajang kompetisi. Kapten Argentina ini sudah pasti mendapatkan satu slot di lini depan timnas, karena prestasi serta kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.

Nama yang ketiga adalah Paulo Dybala, pemain termuda di daftar ini. Dybala sejauh ini sudah membukukan 17 gol serta 5 assist di semua ajang, tersedikit di daftar ini. Dilihat dari banyaknya striker potensial di timnas Argentina, apalagi Di Maria bisa bermain sebagai winger forward, mungkin agak sulit bagi Dybala mendapatkan satu slot ke Russia bulan juni nanti. Akan tetapi pencapaiannya bersama Juventus tidak bisa diremehkan. Bersama Higuain dan Mandzukic, Dybala berhasil menjadi momok menakutkan bagi seluruh tim di daratan Italia, bahkan Eropa. Dybala juga bisa berposisi sebagai second striker atau attacking midfielder, kehadirannya bisa menambah opsi formasi Argentina di lini serang.

Nama keempat adalah Mauro Icardi. Kapten Inter Milan ini mungkin tidak bermain di Liga Champions maupun Liga Eropa, namun catatan golnya tidak bisa dibilang sedikit. 18 gol serta 1 assist yang ditorehkannya musim ini berhasil membawa dirinya masuk jejeran striker elit Eropa, dan menyaingi Ciro Immobile untuk menggondol Cappocannoniere, piala top skorer Serie A. Dirinya adalah andalan Inter Milan dalam menjebol gawang lawan musim ini, dan dilihat dari kiprahnya selama beberapa tahun belakangan, agak sulit untuk tidak membawanya ke Russia juni nanti.

Terakhir adalah Gonzalo Higuain. Sejauh ini, mantan penyerang Napoli, Real Madrid, dan River Plate sudah menjebolkan 20 gol, serta membukukan 3 assist untuk rekan-rekannya di segala ajang. Ini adalah bukti sahih kalau Higuain masihlah striker yang ditakuti di Italia serta Eropa. Sama seperti Messi, Aguero serta Dybala, golnya masih bisa bertambah lebih banyak dari Icardi karena 3 ajang yang ia ikuti.

***

Dari data diatas, Higuain sebenarnya masih cukup layak untuk disertakan ke Russia. Gol dan assistnya lebih banyak daripada Icardi, sementara jumlah golnya juga lebih banyak dari rekannya di Juventus, Dybala.

Namun ada hal yang lebih penting lagi untuk harus membawa Higuain ke Russia beberapa bulan nanti, yaitu adalah fungsinya. Dari kelima orang yang disebutkan diatas, Higuain adalah satu-satunya striker target man. Ia bisa berfungsi sebagai dinding untuk memantulkan bola ke rekan-rekannya, dan sebagai tujuan dari passing-passing akurat, terutama bola-bola atas karena tinggi badannya. Higuain adalah pemain tertinggi diantara 5 orang di daftar ini.

Publik sepakbola, khususnya orang-orang Argentina mungkin membencinya karena kesalahan yang ia lakukan. Namun tak bisa dipungkiri kalau Argentina masihlah membutuhkannya. Higuain adalah striker top di Eropa, dan tidak membawanya ke Piala Dunia adalah kesalahan fatal.


Sabtu, 24 Februari 2018

Review Film: Friday. Film Hemat Ice Cube

Kalau kalian mau nyari film sit-com geblek, Friday adalah salah satu film yang harus kalian tonton.

Kenapa saya bilang geblek, karena emang film ini ngawur parah. 80% film ini latar belakangnya cuma rumah si Craig yang diperankan oleh Ice Cube. Film-nya juga cuma berputar di keseharian lingkungan komplek itu-itu aja. Craig, dan Smokey (Chris Tucker) cuma duduk di depan teras halamannya sambil ngisep ganja, dan ngobrolin apa-apa aja yang lewat di depan rumah Craig. Ada kasus Smokey yang dikejar-kejar pengedar bernama Big Worm, Deebo yang suka malakin mereka dengan naik sepeda, Felisha si cewek miskin yang suka minjem-minjem barang, Ezal si gembel yang suka minta-minta duit, Debbie si cewek temen adiknya Craig yang cantik dan suka dateng ke rumah. 100% film ini latar belakangnya hanya di komplek perumahan. Hmm... Hemat kan?

Kalau soal acting, meskipun ini film pertamanya Ice Cube sebagai pemeran utama, tapi actingnya gak kaku. Chris Tucker juga lucu banget jadi Smokey yang suka marah-marah dan rada geblek juga. 

Bukan film yang heboh-heboh banget sih. Tapi lucu parah dan gokil. Sampai bisa melahirkan meme legendaris macam ini.