Rabu, 31 Januari 2018

Review Film: Thor 3 Ragnarok. Keeping Up With The Odinson

Ketika reuni keluarga berakhir tragis...

Hmm... Thor, ya?. Entah kenapa dari semua film superhero Marvel, saya merasa film Thor tidak terlalu apik dibandingkan yang lainnya. Iron Man dan Captain America punya trilogi yang kesemuanya bisa dibilang bagus. Guardian Of Galaxy punya ciri khas tersendiri, begitu pula dengan superhero yang baru memulai debut perfilmannya seperti Ant-Man, Spiderman, Doctor Strange, dan lain-lain. Mereka start of well. Sementara Thor? film pertamanya hanya ok. Dan jangan membahas film keduanya karena lebih buruk dibandingkan film pertamanya. Lantas kenapa kita harus menonton Ragnarok? menurut saya, disinilah Marvel Cinematic Universe melakukan tugasnya.

MCU seperti "memaksa" penonton setianya untuk menonton keseluruhan timeline dari universenya sendiri agar kita bisa "ngeh" ketika menonton kelanjutan filmnya. Sebagai contoh, mungkin kita tidak akan tahu siapa Black Widow kalau tidak menonton debutnya di Iron Man 2. Kalian mungkin akan bingung ketika tahu-tahu dia sudah muncul di Avengers. Jika tidak menonton Ant-Man, mungkin kalian juga akan heran siapa pria dengan kekuatan mengecil yang muncul di Civil War. Dll.

Sampai tulisan ini, mungkin kalian bertanya-tanya, apakah Ragnarok seburuk itu sampai harus minta "bantuan" dari film-film lain?. Saya tidak merasa pernah bilang Ragnarok jelek, malah dari trilogi Thor sampai sekarang, Ragnarok bisa dibilang paling bagus :p

Thor Ragnarok bermula dari Thor sendiri yang tahu-tahu sudah dikurung oleh monster bernama Surtyr. Surtyr meramalkan bahwa Asgard akan mengalami kehancuran karena dirinya sendiri. Thor dengan segala kekuatannya berusaha menghentikan ramalan tersebut.

Singkat cerita Surtyr kalah, dan Thor kembali ke Asgard. Ia dengan bantuan Loki harus mencari Zeus yang tersesat di bumi. Dengan bantuan Doctor Strange sebagai cameo, Thor dan Loki akhirnya menemukan Zeus yang sedang sekarat. Zeus kemudian memberitahu bahwa Thor dan Loki punya kakak perempuan seorang dewi kematian bernama Hela, dan ketika Zeus meninggal, Hela akhirnya bebas dari "kurungannya", dan berniat memerintah Asgard untuk menguasai tujuh semesta.

Di Norwegia, tempat Thor dan Loki menemukan Zeus lah, reuni persaudaraan itu terjalin. Hela menghancurkan Mjollnir dengan mudah, dan membuang Thor serta Loki ke sebuah planet antah berantah.

***

1. Thor pasca Mjollnir hancur.

Disini Thor cukup terlihat depresi mengingat senjata kesayangannya hancur berkeping-keping. Ia dibuang ke sebuah planet gladiator. Ia bertemu mantan prajurit Asgard, seorang pria tua aneh, dan secara kebetulan seolah-olah semesta hanya seukuran bintaro, ia menemukan Hulk disana.

Thor yang berencana menaklukan kembali Asgard dibawah kekuasaan Hela, lantas membentuk tim dengan mantan prajurit Asgard tersebut, Hulk, Loki dan sekumpulan Alien yang dibawa Loki.

2. Aksi yang ditawarkan

Mungkin, jika harus membicarakan aksi, bayangkan saja begini: salah satu anggota terkuat Avengers (yang setengah dewa), diduetkan dengan anggota Avengers lain yang tak kalah kuat, menyatukan kekuatan bersama seorang mantan prajurit dewa, dan manusia setengah dewa lainnya. Kalau kalian pikir musuhnya bisa dikalahkan dengan mudah memakai "roster" macam itu, kalian salah besar. Hela disini adalah One Man (Woman) Army. Ia begitu kuat sampai-sampai Thor dibuat kesulitan melawannya. Hela sepertinya mengeja-wantahkan tipe wanita yang dikagumi feminist. Kuat dan independent.

3. Acting

Saya suka sekali dengan actingnya Jeff Goldblum sebagai Grandmaster. Dia cukup mahir memerankan pemimpin yang bodoh, nyeleneh dan diktatoriat. Selain dia, actingnya Cate Blanchett sebagai Hela juga patut diapresiasi. Selebihnya bagus.

4. Komedi

Saya dan beberapa penonton lain sebenarnya cukup kecewa karena Ragnarok, yang berdasarkan mitologi, seharusnya dibuat se epik mungkin. Komedi yang menjadi ciri khas Marvel bagai merusak momen epik tersebut. Tapi jika mengesampingkan momen epik tersebut, komedi yang ditawarkan Ragnarok terlihat segar meskipun menurut saya masih lebih lucu Guardian Of Galaxy jilid dua. But overall dibanding film-film lamanya, Ragnarok lebih lucu.

***

Rabu, 17 Januari 2018

Majelis Lucu Indonesia?

Akhir-akhir ini, isu salah satu komika yang terkena kasus menistakan agama adalah masalah yang cukup sering dibahas, entah di media sosial maupun di televisi swasta. Awal mula, komika itu membawakan tema roasting ke salah satu mantan anggota girl band yang pamornya sudah menurun sekarang. Lebih lanjut mungkin kalian bisa mencari video yang dipublish Majelis Lucu Indonesia tersebut di Youtube karena saya takut bisa menimbulkan salah paham.

Komika itu akhirnya menyentuh ranah agama dalam bit-nya. Semua penonton disana tertawa terbahak-bahak, seolah tidak ada yang salah dalam materi komika tersebut. Namun penonton youtube yang triggered merasa materi komika tersebut sudah menyentuh nilai-nilai yang seharusnya tidak disentuh. Pada akhirnya komika tersebut mulai dicela oleh netizen, sampai akhirnya beberapa orang mulai membawa kasus ini ke ranah hukum.

Membahas kasus ini sebenarnya membahas komikanya yang menjadi "tersangka", akan tetapi saya lebih ingin membahas mengenai komunitas dimana komika ini bisa mengutarakan materi-materi tersebut. Karena tentu saja kejahatan tidak akan terjadi tanpa adanya kesempatan, bukan begitu bang Napi?.

Majelis Lucu, hmmm mulai darimana ya?. Awal saya mengetahui Majelis Lucu Indonesia sebenarnya bermula dari media sosial Twitter. Saya sempat mengikuti beberapa akun stand up comedian yang menurut saya menarik, dan cuitan-cuitannya mengesankan. Sampai suatu hari seorang komika mulai mengiklankan Majelis Lucu Indonesia. Mulanya saya hanya diam saja, pikir saya mungkin ini hanya sebuah tour stand up yang dibuat beberapa komika. Namun setelah melihat testimoni-testimoni yang mengatakan bahwa videonya lucu, saya mulai menonton satu video.

Video MLI paling awal adalah roasting Joshua Suherman, mantan penyanyi cilik yang kehilangan selera pasar karena pubertas dan beralih pekerjaan menjadi komika yang tidak lucu-lucu amat. Awal saya nonton, saya merasa ini lucu. Saya kemudian menyukai video-video unggahan MLI, dan berlanjut terus hingga beberapa minggu kalau tidak salah.

MLI juga membuat akun instagram dan akun twitternya sendiri. Unggahan dan cuitan-cuitan mereka kebanyakan berisi reupload video/foto jenaka. Mereka sering mengkritisi mengenai selera humor rakyat yang sampah dan seringkali tidak lucu. Mereka menciptakan parameter mereka sendiri tentang apa yang dianggap lucu dan apa yang dianggap tidak lucu. Sering kali unggahan mereka dikomentari dengan balasan yang tak kalah lucu dengan caption MLI (bukan videonya karena tidak lucu). MLI menjadi pioneer dalam akun instagram bertema komedi yang isinya mengkritisi humor dan menjadi hakim kelucuan. Karena itu mereka berhasil mengumpulkan basis follower yang jumlahnya tak main-main dalam waktu singkat.

Salah satu kekuatan MLI mungkin karena anggota-anggotanya. Mereka semua adalah komika yang setidaknya pernah muncul di layar kaca televisi anda. Meskipun ada yang lucu, ada yang tidak lucu, dan ada yang pernah lucu, mereka memanfaatkan status komika yang pernah muncul di layar kaca untuk setidaknya mencari fanbase yang belum tahu MLI.

Kekuatan MLI yang lainnya juga adalah tema yang mereka bawakan. MLI tidak takut membawakan tema dark comedy yang isinya hal-hal yang sensitif. Indonesia masih belum reda dari kasus penistaan agama yang dilakukan mantan gubernur, namun MLI dengan berani (atau bodoh) masih membawakan komedi dari tema yang sensitif semisal agama tersebut.

Menurut saya, MLI adalah sebuah gebrakan dari komika-komika yang ingin membawa kembali komedi-komedi berkualitas ke Indonesia. Mereka nampaknya bermimpi Indonesia bisa menjadi seperti Amerika, dimana kebebasan adalah hal yang lumrah dalam berbicara. Dimana mengkritik secara pedas tidak akan memasukkan anda ke dalam penjara, namun justru membuat orang yang dikritik sadar. Dimana komedi adalah hal yang ampuh dalam mengkritisi, dan kritikan tersebut dimengerti banyak orang.

Saya menyadari Indonesia sedang darurat komedi. Mengkritisi dianggap menghina, stereotyping dianggap mengkotak-kotakkan, bahkan orang-orang yang sumbu pendek bisa saja mencari maksud menghina dari sebuah materi, padahal tidak ada sama sekali maksud menghina dalam materi tersebut.

Pada akhirnya, jangan sampai quotes yang ada di setiap akhir film warkop jadi kenyataan. "Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang."

















Menyalahgunakan Social Experiment

Saya selalu kesal dengan youtubers jaman sekarang. Dengan menuhankan AdSense, mereka melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan views, dan yang ingin saya bahas adalah content creator youtube yang memakai tema "Social Experiment".

Sebelum membahas mengenai apa salah youtuber-youtuber tersebut berkaitan dengan social experiment, akan lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan "Social Experiment".

Berdasarkan gramatis/gramatikal, Social Experiment tentu saja dibagi dua kata, yaitu Eksperimen, dan Sosial. Experimen berarti percobaan yang tersistem dan berencana (untuk mengetahui kebenaran suatu teori), sedangkan sosial berarti berkenaan dengan masyarakat. Cukup jelas, eksperimen adalah kata kerja, sedang sosial adalah objeknya.

Menurut wikipedia, Eksperimen Sosial adalah proyek penelitian yang dilakukan dengan subyek interaksi antar manusia di dunia nyata. Dalam eksperimen sosial, pengacakan untuk percobaan kepada responden adalah satu-satunya elemen di lingkungan subjek yang dikendalikan oleh peneliti. Elemen lain tetap seperti apa adanya.

Lebih jelas, social experiment berarti melakukan percobaan/penelitian berkaitan dengan mengetahui reaksi masyarakat akan suatu keadaan tertentu yang diciptakan oleh peneliti. 

Contohnya mungkin seperti ini: ada beberapa peneliti yang ingin melakukan social experiment terkait orang-orang yang disuruh berhenti merokok oleh orang asing. Mereka akan mencari perokok (sample) untuk kemudian menjadi bahan eksperimen sosial. Reaksi sample akan menjadi jawaban dari eksperimen sosial tersebut.

Di jaman sekarang, social experiment, selain digunakan untuk pengetahuan, juga sering sekali menjadi wadah kampanye, atau sekedar memberikan pesan moral untuk masyarakat.

Kembali ke pokok permasalahan. Apakah salah dari para youtuber-youtuber/content creator yang memakai tema eksperimen sosial di videonya?. Kalian boleh buka youtube, tulis kata "Social Experiment" dan lihat video-video yang muncul, apakah video seperti itu boleh dibilang social experiment?.

Agaknya, para youtuber jaman now tidak bisa membedakan mana yang disebut "prank" dan mana yang disebut "social experiment". Ada pula youtuber yang melakukan "stereotyping" seperti gold digger pranks (ini namanya prank, bukan social experiment).

Lantas apa yang ngebedain prank sama social experiment? Ya jelas tujuannya lah. Prank is just for fun, sementara social experiment untuk science purpose. Kalo kalian bikin social experiment tapi tujuannya just for fun, ya itu namanya prank!

Stereotyping social experiment ini juga berbahaya kalau tidak dilakukan dengan benar. Mungkin kalau orang dewasa bisa tahu dengan jelas kalau samplenya itu settingan. Artinya bukan random person. Lantas bagaimana kalau yang nonton anak-anak kecil?. Mereka akan tumbuh dewasa dengan pola pikir "semua cewek matre". Oke itu baru sebatas gold digger, bagaimana kalau yang lebih parah, semisal contohnya menyetuh ranah SARA?. Bisa kalian bertanggung jawab?.

Bagaimana seharusnya stereotyping social experiment dilakukan?. Pertama, mulai dengan sample yang banyak, jangan cuma satu orang -_-. Kedua, jangan ada tulisan "GOLD DIGGER" or something else yang mengarahkan opini masyarakat. Karena social experiment harusnya let the person that watch the video, choosing his opinion themself. "Apakah kalian mau jadi yang seperti ini? atau jadi orang baik kemudian melakukan hal ini?"

Jadilah orang yang berpengetahuan luas. Gunakan wadah eksperimen untuk hal-hal positif, bukan untuk kepentingan views semata. 



Rabu, 03 Januari 2018

Review Film: Susah Sinyal.

Sebenarnya saya cukup skeptikal dalam menonton film bergenre komedi. Selain karena bukan genre kesenangan saya, genre komedi-drama di indonesia ternyata kebanyakan komedinya dibanding dramanya. Alhasil plot pun jadi tidak nyambung sama sekali. Apalagi kalau yang menulis script adalah komedian baru naik daun yang mencoba peruntungan menjadi sutradara.

No, no, bukan berarti saya ngatain Ernest jelek menjadi sutradara. Beberapa rekan saya menganggap Cek Toko Sebelah adalah film yang cukup bagus. Saya sendiri baru nonton karyanya, yaaa... yang baru ini... Dan harus diakui, Ernest punya selera komedi yang bagus.

Susah Sinyal bercerita tentang ibu dan anak, yang hubungannya renggang. Mereka jarang komunikasi, jarang ngapa-ngapain bareng. Sampai akhirnya Ellen (Adinia Wirasti), sang ibu ngajak anaknya Kiara (Aurora Ribero) jalan-jalan. Kiara milih tempat ke Sumba, dan disetujui sama ibunya. Mereka berdua akhirnya ngorbanin kesibukan mereka masing-masing, demi menjalin hubungan erat di tempat yang bahkan gak ada sinyal sama sekali...

Susah Sinyal memfokuskan seluruh film hanya ke dua orang, yaitu Ellen dan Kiara. Saya sungguh terkesan dengan Adinia Wirasti yang sangat bagus memerankan seorang single mom living in the fast lane. Gak pernah bosan ngeliatin dia sepanjang film. Aurora Ribero juga memulai debut layar lebarnya dengan cukup mengesankan, meskipun ada kebiasaan aktris baru (acting gak konsisten, sometimes she's good, sometimes not, but she's doing her best)

Di film ini, Ernest tidak membiarkan Ellen dan Kiara yang mengambil jokes-jokesnya. Jokes diambil oleh orang-orang di sekeliling Ellen dan Kiara, seperti Ernest sendiri yang mengambil peran Iwan, partner pengacara sekaligus sahabat Ellen, Ngatno yang diperankan Dodit (yang menurut saya paling menggelitik sepanjang film), duet Yos-Melki yang diperankan Abdur-Arie Kriting (Ini juga pecah menurut saya), dan lain-lainnya. Hampir semua peran itu mempunyai "daerah" jokes-jokesnya sendiri. Ernest lebih ke membercandai diri sendiri, dimana hampir semua jokesnya berbau "cina". Dodit sangat piawai merangkai kata-kata aneh dengan logat jawanya yang kental. Abdur dan Arie Kriting juga sungguh lucu dengan aksen ketimuran dan budaya orang asli timur. Ditambah cameo kecil-kecilan seperti trio reporter, Ge dan Angie as couple jaman now, Asri Welas yang punchlinenya tak terduga, nyokapnya Ernest yang meskipun jokesnya cuman callback, tapi ngena, dan lain sebagainya, membuat Susah Sinyal selalu terlihat "fresh" setiap menitnya. Ellen and Kiara with the drama, and everyone all around them as a joker. Ini agar setiap kali kita melihat Ellen dan Kiara di layar, kita akan full fokus ke mereka dan hubungan diantara keduanya.

Harus nonton gak sih?. Kalo kalian suka film dengan jokes-jokes yang fresh, kekinian, dibarengi dengan drama serius, kalian harus nonton ini.

Usai menonton film ini, saya jadi teringat sebuah slogan tempat kemping yang kebetulan ngena sama filmnya. Slogannya kira-kira berbunyi: "we don't have wifi in forest, but we make sure you had a better connection". Siapa yang sangka kalau di tempat yang susah sinyal, koneksi justru semakin kuat?.

Sabtu, 30 Desember 2017

Review Film: Cars 3. Ending Trilogy

Mengakhiri trilogi sebenarnya bisa dibilang tidak mudah. Film itu harus meninggalkan kesan yang mendalam sebagai penutup franchise, selain itu juga harus tetap mempertahankan ke-khasan dari apa yang sudah dilakukan semenjak film pertama, dan kedua. Toy Story melakukannya dengan sangat baik. Sebelum menonton Toy Story 3, penulis awalnya ragu karena Toy Story 2 yang menurut penulis gak bagus-bagus amat. Akan tetapi, Toy Story 3 mematahkan ekspektasi penulis. Dengan tema "escaping prison" digabungkan dengan drama ala-ala, serta ending yang menyentuh, Toy Story 3 berhasil menutup franchise dengan sangat manis dan meninggalkan kesan mendalam. 

Pixar melakukannya dengan sangat baik di Toy Story, bagaimana dengan Cars?.

Cars 3 akhirnya mengembalikan McQueen sebagai protagonis utama. Sebagai mobil balap senior yang sudah menjuarai berbagai piala, McQueen akhirnya bertemu dengan rookie handal bernama Storm. Dengan bentuk mobil dan mesin yang modern, Storm selalu berada di peringkat 1. Kemunculan Storm membuat mobil-mobil modern lain ikut ambil bagian di balapan. McQueen yang akhirnya menyadari bahwa ia sudah mulai melambat lantas mencoba mencari lagi kecepatannya, dibantu oleh mobil lain bernama Cruz. Perjalanan McQueen mencari kecepatannya membuatnya sadar akan satu hal penting, yang akan mengubah hidupnya serta mobil lain...

Cars 3 bener-bener asik untuk diikuti karena mengingatkan kita dengan Cars 1. Penulis juga suka banget dengan perubahan karakter McQueen di film ini. Di awal, kita mungkin melihat McQueen yang kasar dan gak sabaran seperti yang kita sering lihat di film-film sebelumnya. Namun semakin film berjalan, kita seperti melihat sisi keguruan dari McQueen, yang dengan gayanya sendiri mengajari Cruz. Di perjalanan mencari kecepatannya, McQueen malah menemukan suksesor dirinya.

Cars 3 menutup trilogi dengan baik. Mungkin tidak cukup meninggalkan kesan, namun Pixar sekali lagi melakukan yang terbaik untuk Cars...

Kamis, 16 November 2017

Pemain Cadangan Bukan Pemain Lemah.

Bayangkan anda adalah seorang manajer klub di Eropa, dan tim anda sedang bertanding melawan tim lainnya di sebuah liga profesional.

Pada menit ke 18, striker tim lawan berhasil mencetak satu gol dengan sontekan ke ujung kiri gawang yang gagal diantisipasi oleh kiper tim anda. Gol ini tercipta berkat kecerdikan striker tim lawan, serta salah antisipasi dari bek tengah anda yang selama 18 menit ini bermain sebenarnya tidak terlalu buruk.

Menit ke 28, striker tim anda mendapatkan peluang emas, namun bek tengah lawan lebih sigap, bola akhirnya keluar dan menjadi corner kick.

Menit ke 35, anda mulai sadar bahwa bek tengah lawan bermain sangat bagus dan berhasil mengintimidasi striker utama anda yang berumur 24 tahun. Untuk lebih mengandaikan lagi, striker utama anda yang sekarang sedang bermain adalah salah satu pemain top di tim anda, dan sudah berhasil menyarangkan 23 gol dalam 34 pertandingan musim lalu. Pemain ini adalah tipe striker yang piawai membawa bola, dan punya kecepatan untuk menusuk pertahanan lawan dan menyarangkan gol. Tipikal Aguero kalau di Manchester City.

Istirahat babak pertama akhirnya dimulai. Anda tahu bahwa sebenarnya memainkan striker utama anda saat ini tidak akan berarti apa-apa. Bek tengah lawan jauh lebih kuat dan tinggi dibandingkan striker utama anda. Meskipun tidak lebih cepat, namun bek tengah lawan punya pengalaman segudang. Dibandingkan dengan striker utama anda, mungkin yang ada hanya striker utama anda menurun mentalnya saat bertanding.

Akhirnya anda mendapat kesimpulan, anda harus memainkan striker cadangan anda. Striker cadangan anda adalah pria berumur 32 tahun dengan tinggi badan 193 centimeter. Dan pemain ini hanya mencetak 4 gol dari 18 pertandingan yang dia lakoni musim lalu, dengan catatan hanya 6 kali diturunkan sebagai starter. Ia tidak terlalu piawai membawa bola, dan larinya juga tidak terlalu cepat. Akan tetapi persentase duel udaranya yang mencapai hampir 70% kemenangan adalah hal positif.  Memainkannya akan sangat beresiko, namun anda butuh kemenangan atau setidaknya hasil seri.

Menit 60, striker utama anda akhirnya digantikan oleh striker cadangan anda. Pria tua ini akhirnya masuk ke lapangan dengan secepat ia berlari. Anda juga mengganti taktik dengan selalu mengirimkan umpan panjang ke striker cadangan anda yang bertubuh tinggi.

Menit 73, striker anda mendapatkan peluang emas. Umpan lambung yang dikirimkan winger kiri anda berhasil ia tanduk, namun karena tidak terlalu matang, hasil tandukannya melebar ke sisi kiri gawang.

Pada akhirnya, menit ke 85, striker cadangan anda berhasil mencetak gol. Umpan lambung matang yang dikirim gelandang bertahan anda berhasil ia sodor dengan kepalanya ke tiang kanan jauh gawang lawan. Kiper lawan tidak mencoba untuk menggapainya. Alhasil gol indah pun tak terelakkan. Anda bersorak girang, para penonton pun demikian. Bek tengah lawan yang sedari tadi berhasil mengalahkan striker utama anda, hanya menggeleng geleng kepala sambil menghadap rumput hijau yang ia injak di bawah.

Peluit panjang pun ditiup wasit sampai tiga kali. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Anda cukup puas dengan hasil ini karena setidaknya anda tidak kalah, dan tabel klasemen tim anda juga tidak bergeser. Artinya hasil ini cukup membahagiakan untuk anda dan tim anda.

***

Cerita di atas adalah rekayasa fiktif semata. Artinya hanya dikarang oleh penulis. Point pentingnya adalah sehebat apapun pemain utama anda, akan selalu ada pemain lain yang jauh lebih hebat lagi. Di cerita, mungkin striker utama adalah orang yang mencetak 24 gol di musim lalu, tapi dia tidak bisa bermain hebat di setiap laga. Yang membuat pemain menjadi hebat salah duanya adalah manajer di belakangnya, serta tim yang menyokongnya. Mungkin striker 24 tahun di cerita diatas sudah disokong oleh timnya, namun karena kalah dari segi taktik, yang merupakan keahlian manajer, striker 24 tahun ini akhirnya tidak berdaya. Pada akhirnya manajer menggantikannya dengan pria tua berumur 32 tahun, yang dari jumlah gol dan menit bermain, bisa dibilang pemain ini lebih "lemah" dibanding striker 24 tahun. Namun, sang manajer tahu bahwa ia punya tinggi badan yang menjadi senjata utamanya. Yang menjadikan ia "kuat". Ia juga mengganti taktik menyerangnya menjadi bola-bola atas yang menjadi keunggulan dari sang penyerang cadangan. Pada akhirnya, sang striker mencetak gol kemenangan, dan timnya terhindar dari kekalahan.

Dalam sebuah tim, tidak ada pemain lemah. Yang ada hanya pemain kuat dalam satu taktik, dan pemain kuat dalam taktik lainnya. Tak bisa dipungkiri, bahwa kita tidak bisa memainkan dua taktik secara bersamaan. Mungkin sang manajer lebih menyukai pemain 24 tahun, dikarenakan ia masih muda (artinya lebih berstamina), cepat, dan secara kebetulan sesuai dengan taktik utamanya. Dan striker 32 tahun dipinggirkan karena ia sudah tua, lamban, dan tidak sesuai dengan taktik utamanya. Namun intinya, kedua pemain adalah bagian penting dari tim, dan itu tidak terelakkan sama sekali...

Senin, 13 November 2017

Saya Yakin Italia Akan Kembali Lebih Kuat

Bagi penggemar sepakbola seperti saya, Piala Dunia adalah suatu momen yang tak boleh dilewatkan. Dalam Piala Dunia, bukan hanya saya akan melihat pertandingan sepakbola paling bergengsi sejagat saja, namun beberapa ruang lingkup didalamnya seperti euforia fans, merchandise-merchandise unik, jersey-jersey tim nasional yang memarak, lagu tema piala dunia, dan lain-lain sebagainya.

Berbicara tentang piala dunia tentu topik yang paling dibahas adalah pertandingannya itu sendiri. Pertandingan paling menarik sudah pasti adalah ketika dua negara dengan budaya sepakbola yang kental dan langganan masuk tim piala dunia bertemu, terlepas dari sedang berprestasi atau tidaknya kedua atau salah satu dari negara tersebut. Dan membicarakan tim yang langganan piala dunia, sudah pasti kita akan menyebutkan nama-nama negara seperti Brazil, Jerman, Argentina, Spanyol, Prancis, Inggris, Uruguay, serta Italia...

Nama terakhir adalah nama yang akhir-akhir ini paling hangat dibicarakan. Hal ini dikarenakan Tim Nasional Italia secara mengejutkan gagal masuk playoff Piala Dunia setelah kalah dua leg dengan selisih 1-0 melawan Swedia. Tim berbaju kuning itu untuk pertama kalinya setelah tahun 2006, kembali lagi berlaga di Piala Dunia. Ironis, tim yang juara Piala Dunia 2006 malah gagal.

Nama yang paling dibicarakan dalam gagalnya Italia berlaga di Rusia pada 2018 nanti adalah sang allenatore Italia itu sendiri, Gian Piero Ventura. Selepas Antonio Conte meninggalkan kursi jabatannya pada Piala Eropa 2016 lalu, Ventura yang didapuk sebagai pengganti dianggap tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya. Sampai artikel ini dibuat, belum ada pemberitahuan dari FIGC (Federasi Sepakbola Italia) terkait kelangsungan Ventura dalam mempertahankan posisinya sebagai manajer tim utama Sepakbola Italia.

Terkait kegagalan ini, Gianluigi Buffon sebagai kapten tim membuka suara yang menyatakan bahwa ia akan gantung sepatu dari tim nasional. Sependapat dengan kiper yang membela Juventus tersebut, Gelandang Roma Danielle De Rossi, serta duet bek tengah Juventus Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini juga memutuskan pensiun dari tim nasional. Kemunduran Buffon dan De Rossi mengakhiri era pemain yang juara Piala Dunia 2006 di tim nasional Italia. Mereka berdua adalah pemain terakhir yang Juara Piala Dunia, dan masih bermain di tim nasional Italia sampai laga melawan Swedia kemarin.

Usai laga melawan Swedia di San Siro, Buffon, sembari meratapi kekalahan, juga menyuarakan pendapatnya agar anak muda Italia tidak terus menerus menangis. Ia sendiri juga menceritakan pengalamannya semasa kecil ketika ia melihat Italia yang gagal masuk Piala Eropa berdekade-dekade lalu, dan hal itu yang menjadi semangatnya untuk membawa Italia juara. 

"Saya tidak menangis ketika tendangan Rizziteli membentur tiang gawang di Rusia". Ucap kiper yang pernah membela Parma itu.

***

Bagi saya, kegagalan Italia mungkin adalah aib tersendiri bagi publik Italia. Wajar, mereka terakhir kali tidak lolos kualifikasi Piala Dunia adalah di tahun 1958. Hampir 60 tahun yang lalu. Mereka selalu berpartisipasi dalam 15 edisi terakhir Piala Dunia.

Bersedih adalah hal yang wajar. Apalagi bagi Italia yang mempunyai nama dan kebanggaan di kancah persepakbolaan dunia. Juara 4 kali bukan hal yang patut dikecil-kecilkan. Justru itu adalah beban besar karena mereka sudah memikul nama "Tim Besar". Seluruh dunia tidak pernah menganggap Italia lemah, karena itu seluruh dunia juga bermain sekuat tenaga melawan mereka. Hal yang harus Italia lakukan setelah bersedih, adalah kembali lagi lebih kuat, dan mereka punya potensi untuk itu.

Mereka punya nama-nama muda berpotensi seperti Gianluigi Donnaruma, Mattia Perin, Daniele Rugani, Allesio Romagnoli, Marco Veratti, Jorginho, dll. Dipadukan dengan pemain yang sedang dalam masa keemasan seperti Lorenzo Insigne, Ciro Immobile, Matteo Darmian, Allesandro Florenzi, Mario Balotelli dll. Serta pemain tua yang mungkin masih bisa bermain di gelaran Piala Dunia selanjutnya seperti Antonio Candreva, Leonardo Bonucci, dll, Italia mungkin saja lebih hebat dari yang sekarang, dan mengulang kesuksesan 2006 bukan lagi hal yang mustahil.

Mengutip dari kata-kata bijak yang pernah saya dengar, kekalahan sejati sebenarnya tidak ada. Yang ada hanya menang, dan belajar. Kalah adalah tamparan alam yang mengatakan untuk kita agar belajar lebih giat. Menang adalah pujian dari alam yang mengatakan "kamu sudah berusaha, selamat.". Terlepas dari penyesalan saya karena Italia tidak masuk Piala Dunia, saya mengucapkan selamat kepada Tim Nasional Swedia yang secara resmi boleh berlaga di Piala Dunia tahun depan.

Terakhir, mungkin Tim Nasional Italia bisa sedikit mencontoh Tim Nasional Jerman, yang setelah gagal sedemikian rupa di Piala Eropa 2000, 14 tahun kemudian berhasil memuncaki dunia di Brazil.