Sabtu, 24 Maret 2018

Melirik Bomber Jerman

Juara bertahan Piala Dunia sepertinya datang ke Russia dengan misi yang sama sekali tidak mudah, mempertahankan gelar mereka. Bicara soal mempertahankan gelar, tentunya hal itu bisa dilakukan salah satunya dengan mempertahankan skuad juara mereka, dan Joachim Loew sang jenderal mungkin masih bisa bernafas lega karena hampir seluruh pemain yang memenangkan Piala Dunia tahun 2014 kemarin, masih berstatus aktif dan tidak mengalami penurunan kemampuan.

Dari posisi kiper, Manuel Neuer sebenarnya masih bisa bermain andaikan ia tidak cidera. Akan tetapi Jerman tidak perlu khawatir karena Marc Andre ter Stegen mempunyai kualitas yang mirip dengan seniornya tersebut.

Untuk bek tengah, duet Jerome Boateng-Matt Hummels juga masih bisa dimainkan. Bek sayap yang ditinggal Phillip Lahm dan Benedikt Howedes, sementara itu, digantikan oleh Kimmich dan Hector.

Untuk gelandang tengah, meskipun ditinggal Schweinsteiger pasca pensiun, Khedira dan Kross masih bisa bermain. Oezil, Goetze, Muller serta Draxler juga masih punya kualitas untuk memakai seragam Der Panzer.

Yang kritis adalah posisi penyerang utama di starting 11 timnas Jerman. 4 tahun lalu, Loew hanya membawa Miroslav Klose dan Lukas Podolski. Sekarang Klose sudah gantung sepatu, sementara Podolski memilih pensiun di timnas Jerman dan menikmati sepakbolanya di daratan Jepang. lantas siapakah bomber utama Jerman di Russia nanti?

Saya jarang sekali menonton Bundesliga, jadi saya kurang tahu siapa striker Jerman yang sedang on-fire untuk sekarang. Maka, cara saya mencari kandidat yang cocok adalah dengan melihat daftar top scorer di Bundesliga, dimana banyak pemain Jerman disana. Sumber yang saya pakai adalah BBC.com

Dengan 23 gol, Lewandowski memimpin sendirian di daftar tersebut. Aubameyang yang sudah pindah ke Arsenal bulan januari lalu, berada di peringkat kedua dengan 13 gol.

Barulah saya melihat pemain berkebangsaan Jerman di peringkat ketiga. Nils Petersen namanya. Pemain 29 tahun ini sudah melesakkan 13 gol, jumlah yang sama seperti Aubameyang. Yang membedakan ialah jumlah assistnya. Nils baru menorehkan 1 assist, sementara Auba sudah 3 assist.

Yang mengherankan adalah Nils Petersen tidak dipanggil ke 23 nama pemain yang dipanggil Joachim Loew di international match minggu ini. Padahal, dibandingkan nama striker-striker Jerman lain yang dipanggil, Nils melesakkan lebih banyak gol.

Peringkat ke-empat adalah striker yang digadang-gadang akan menjadi striker inti timnas Jerman di Russia nanti, Timo Werner. 11 gol yang ia sarangkan jumlahnya sama dengan Alfred Finnbogason dan Michael Gregoritsch di peringkat 5 dan 6. Werner, hanya unggul 1 assist dibandingkan dua pemain terakhir.

Striker Leverkusen, Kevin Volland menjadi pemain Jerman ketiga di daftar ini. Volland sudah menyarangkan 10 gol, beda 1 gol dengan Werner. Volland juga tidak dipanggil ke International Match.

Kemudian jika kita melihat striker lain yang dibawa Loew ke international match, kita bisa melihat Sandro Wagner, yang baru menyarangkan 8 gol, serta striker kawakan, Mario Gomez dengan hanya menjalakan 7 gol.

Dengan jumlah gol seperti ini, kita bisa melihat betapa kurangnya kualitas lini serang timnas Jerman. Harapan pencetak gol utama mereka bergantung kepada pria berumur 21 tahun yang baru menyarangkan 11 gol di liga, penyerang cadangan Bayern Munchen, serta penyerang berumur 32 tahun yang kualitasnya diragukan. Kasarnya, mungkin penyerang timnas Mesir, Mohamed Salah, bisa menyarangkan gol sejumlah ketiga orang itu jika digabungkan.

Namun membicarakan gol, bukan hanya bisa dilakukan oleh seorang striker. Jerman punya stok gelandang berkualitas yang melimpah. Loew, memanfaatkan hal ini dengan membawa banyak sekali gelandang pada piala dunia 2014. Dengan hanya menyisakan Podolski dan Klose  di lini depan, mereka merajai kompetisi paling akbar sedunia tersebut.

23 nama yang Loew bawa ke international match bisa saja berubah ketika Loew disuruh memilih 23 nama yang akan ia bawa ke Russia. Artinya, persentase kesempatan Nils Petersen atau Kevin Volland tidak dibawa ke Russia belum 0 persen.